Emergency Medicine and Disaster Management Course

1 Comment
Papdi Medical Relief kembali mengadakan pelatihan manajemen bencana. Bertajuk "Emergency Medicine and Disaster Management Course" acara yang ditujukan untuk para tenaga medis dan relawan medis untuk meningkatkan keahlian dan pengetahuan tentang manajemen bencana dan pelayanan medis bencana dilaksanakan, yakni pada tanggal 27-28 November 2015 bertempat di Gedung Cimandiri One, Cikini, Jakarta Pusat. Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Pelatihan yang dilakukan kali ini juga mengangkat beberapa topik baru yaitu seputar penanganan kesehatan pengungsi lansia, epidemiologi bencana dan pola cedera serta workshop insulin. Harapannya ke depan tema-tema menarik sesuai kebutuhan di lapangan saat bencana terjadi dapat mengisi topik kegiatan pelatihan tersebut seperti kesehatan paru, penanganan korban kebakaran, penanganan korban keracunan dsb.


Donasi Peduli Korban Asap

Add Comment
Sumber: news.metrotvnews.com
Bencana kebakaran hutan yang menyebabkan beberapa kota di Indonesia diselimuti asap, diantaranya Aceh, Riau, Kalimantan Tengah belum juga sirna. Dampak yang yang ditimbulkan cukup mengkhawatirkan. Banyak warga menderita sesak napas dan kondisi kesehatannya menurun bahkan dikabarkan ada beberapa yang meninggal dunia baik dewasa maupun anak-anak.

Kondisi ini sekali lagi sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan peran serta/uluran tangan kita semua. Bersama ini kami mengajak Saudara semua ayo kita galang kepedulian untuk membantu para korban.

Donasi Kemaanusiaan dapat disalurkan melalui:
No. Rekening: 122-00-0429432-1
Bank Mandiri Cabang Jakarta RSCM a.n. Papdi Medical Relief



Mencegah KLB Diare Pasca Banjir

Add Comment
Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD, K-GEh, MMBBidang Humas Papdi Medical Relief
Saat terjadi bencana banjir yang besar dipastikan bahwa tempat pengungsian akan padat dengan pengungsi terutama pada malam hari. Biasanya permasalahan yang sering terjadi adalah  kondisi Mandi Cuci Kakus (MCK) yang kurang memadai belum lagi kebersihan lokasi pengungsian yang kurang diperhatikan. Oleh karena itu masalah kebersihan  dan kesehatan lingkungan bagi para pengungsi harus menjadi perhatian. Kita harus maklum para pengungsi terutama orang tua dan anak-anak merupakan kelompok masyarakat yang rentan terhadap berbagai penyakit. Faktor-faktor yang berperan terjadinya penyakit adalah faktor 
daya tahan tubuh, faktor kuman dan faktor lingkungan.

Faktor daya tahan tubuh, jelas saat daya tahan tubuh para pengungsi dapat menurun mengingat kondisi makan dan minum yang kurang memadai, selain itu faktor istirahat yang terbatas. Dalam kondisi rasa cemas akan kondisi cuaca yang tidak menentu belum lagi memikirkan harta benda yang ditinggalkan, menyebabkan para pengungsi tidak bisa beristirahat dengan tenang. Kondisi stress sendiri tentu juga akan mempengaruhi daya tahan tubuh seseorang, karena stress membuat orang kurang nafsu makan dan tidur menjadi kurang.

Faktor lingkungan yang tidak sehat juga tentu menyebabkan kondisi para pengungsi menjadi rentan terjangkit penyakit infeksi. Sampah yang berserakan dan kondisi MCK yang terbatas akan sangat mempengaruhi kondisi para pengungsi.

Oleh karena itu harus diambil langkah-langkah untuk mengurangi penderitaan para pengungsi dan mengurangi dampak buruk akibat kondisi daya tahan tubuh yang menurun dan kondisi pengungsian yang tidak memadai.

Beberapa upaya yang harus dilakukan:
1. Harus dipastikan bahwa para pengungsi harus mendapat makanan dan minuman yang cukup selama berada dipengungsian. Dapur-dapur umum yang tersedia selalu mendapat suplai bahan makanan dan air bersih yang memadai untuk masuk dan minum. Hindari mengkonsumsi makanan matang yang sudah lewat waktu tanpa dihangatkan kembali untuk mencegah keracunan makanan.

2. Diusahakan makanan yang dikonsumsi dalam keadaan fresh. Cuci tangan pakai sabun atau hand antiseptic. untuk menghindari infeksi usus.

3. Diusahakan agar kondisi tempat pengungsian dibuat senyaman mungkin. Tersedia alas tidur yang memadai dan juga selimut agar tubuh para pengungsi terutama orang tua dan anak2 tetap terlindungi terutama dari angin malam. Bantuan harus difokuskan untuk penyediaan baju dingin dan selimut untuk para pengungsi. Hindari terpapar langsung dengan udara luar/dingin.

4. Kebersihan lingkungan pengungsian selalu terjaga dengan tersedianya tempat-tempat sampah disekitar lokasi pengungsian. Lokasi sekitar juga rutin dibersihkan dengan antiseptik. Para pengungsi muda dapat dikoordinasikan untuk menjaga kebersihan lingkungan.

5. Sarana MCK yang memadai dengan persediaan air yang cukup tentu juga tersedianya sabun dan peralatan mandi lain.

6. Setiap para pengungsi khususnya anak-anak dan orang tua diberikan suplemen  yang berisi multivitamin dan mineral mengingat keterbatasan makanan dan minuman dengan zat gizi yang lengkap yang bisa dikonsumsi sehari-hari.

7. Perlu stok  obat-obat sederhana, obat penurun panas, obat anti diare, obat sakit kepala dan oralit. 

8. Bagi anak-anak perlu upaya untuk melakukan trauma healing dengan pengadaan buku-buku bacaan, mainan anak-anak dan kelompok-kelompok bermain untuk anak-anak dan mencegah anak-anak bermain diluar dengan air banjir.


Tujuan dari tindakan ini semua tentunya untuk mencegah agar para pengungsi jangan jatuh sakit dan tetap berada dalam keadaan sehat. Selain itu juga mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa diare atau keracunan makanan. Pada akhirnya kita selalu berusaha bahwa para pengungsi dalam keadaan sehat baik rohani maupun jasmani.




Waspadai Komplikasi Diabetes

Add Comment
dr. Tri Juli Edi Tarigan , SpPD, K-EMD
Manajer Operasional Papdi Medical Relief
Diabetes tidak hanya dialami oleh penduduk di ibu kota saja, tapi juga di daerah-daerah. Namun, obat untuk menyembuhkan penyakit diabetes sampai sekarang belum ditemukan. Hal yang perlu dikhawatirkan adalah komplikasi dari diabetes

Diabetes merupakan penyakit yang melekat seumur hidup, tetapi bukan berarti tidak bisa dikelola. Pasien diabetes bisa berumur panjang dan tidak mengalami komplikasi hingga akhir hanyatnya. Kuncinya adalah menjaga kadar gula darah, tekanan darah, dan kadar lemak darah senormal mungkin. Diabetes dapat dikelola dengan pengendalian pola makan dan melakukan aktivitas fisik yang tepat.

Di Indonesia, tingkat prevalensi diabetes cukup tinggi. Berdasarkan data Riskesdas 2007, prevalensi diabetes 5,7% dan pre-diabetes 10,2%. Sebanyak 13 provinsi memiliki angka prevalensi lebih tinggi dari prevalensi nasional.

Diabetes mellitus (DM) dapat menyebabkan komplikasi ke barbagai organ, akibat gula darah yang terus tinggi berkepanjangan sehingga merusak dinding pembuluh darah kecil mau pun pembuluh darah besar.

Lemas... Hati-hati Kekurangan Kalium, Jika Berlanjut Bisa Membawa Petaka

Add Comment
Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD, K-GEH, MMB
Bidang Humas Papdi Medical Relief
Istilah hipokalemia sekarang semakin populer ditengah masyarakat kita ketika kondisi ini mengenai seseorang yang terkenal. Disebut berulang oleh media baik cetak maupun elektronik sehingga membuat masyarakat menjadi familiar dengan istilah hipokalemia ini.

Beberapa waktu yang  lalu   infotainment dihiasi oleh informasi sakitnya penyanyi terkenal Rossa yang batal manggung karena sakit dan menyebabkan tubuhnya lemas dan di informasikan bahwa penyebab dari kondisi sakit tersebut karena kekurangan kalium atau hipokalemia. Masih ingat beberapa bulan yang lalu, media menginformasikan bahwa  hipokalemia menjadi alasan salah satu artis penyanyi kita batal  untuk menikah, info yang didapat saat itu oleh yang bersangkutan bahwa penyakit hipokalemia begitu sangat berbahaya dan bisa  menyebabkan kematian.

Sebenarnya kenapa hipokalemia bisa terjadi? Kalau dilihat dari kata hipokalemia sendiri artinya terjadi penurunan kadar kalium. Kalium sendiri dibutuhkan oleh proses metabolisme didalam tubuh, hipokalemia memungkinkan jantung bekerja secara normal. Kalium merupakan salah satu elektrolit penting yang dibutuhkan tubuh. Penurunan yang terlalu rendah dapat berakibat fatal bagi yang menderitanya dan bahkan akan menyebabkan terjadinya kematian.

Kenapa bisa terjadi hipokalemia? Secara umum ada 2 hal yang menyebabkan kenapa kalium menjadi rendah, karena asupan yang kurang atau pengeluaran yang berlebihan. Pengeluaran yang berlebihan bisa terjadi melalui muntah, diare atau dari saluran kencing. Asupan yang rendah bisa terjadi karena dalam keadaan sakit sehingga nafsu makan menjadi turun atau karena memang  mengurangi makan atau karena kesibukan sehingga tidak sempat makan.

Pasien2 yang dirawat di RS umumnya mengalami hipokalemia karena asupan yang kurang selama mengalami sakit. Pasien bisa  saja mengalami hipokalemia karena adanya kerusakan pada ginjal sehingga terjadi pengeluaran kalium yang berlebihan. Obat-obatan  yang bekerja membuat buang air kecil menjadi berlebihan misal diuretik juga bisa menyebabkan kadar kalium menurun, kadar kalium keluar bersamaan dengan urin kita.

Pada kasus hipokalemia yang terjadi pada beberapa artis saya melihat lebih karena asupan yang kurang. Hal ini juga yang  menggejala di masyarakat kita karena kesibukan atau karena ingin mengontrol berat badan sehingga kurang memperhatikan asupan makana dan tentunya asupan kalium juga menjadi kurang.

Apa gejala yang bisa dikenali kalau seseorang mengalami hipokalemia? Pada kondisi baru terjadi penurunan biasanya seseorang yang mengalami hipokalemia  tidak merasakan apa-apa jika berlanjut biasanya ketika kadar kalium kurang dari 3 mEq/L, seseorang akan merasakan   lemas dan jika terus berlanjut seseorang yang mengalami hipokalemia akan mengalami kelemahan otot serta kram otot dan sampai  tidak dapat mengangkat kedua kaki bahkan  kedua tangannya. Sedang kadar normal kalium adalah 3,5 mEq/L-5,0 mEq/L. Kelebihan kaliumpun bisa membahayakan kerja jantung.   Hipokalemia yang berlanjut dapat menyebabkan terjadi gangguan irama jantung dan jika berlanjut terus dapat terjadi henti jantung dan henti nafas.

Hipokalemia tentu bisa dicegah, apabila rendahnya kalium yang berlebihan maka penyebab dari hipokalemia tersebut harus diatasi. Misal karena diare atau  muntah maka diare dan muntah harus diberhentikan. Diare yang berlanjut akan menyebabkan terjadi dehidrasi dan terjadinya penurunan kalium oleh karena itu selain diare diatasinya, untuk mencegah dehidrasi dan penurunan kalium yang berlanjut harus segera diganti cairan dan elektrolit yang keluar dengan cairan pengganti cairan dan elekterolit seperti oralit.

Untuk kondisi hipokalemia yang terjadi karena asupan yang kurang, selain suplementasi kalium maka harus juga diperhatikan makanan yang mengandung kalium  antara lain pisang, kismis, kurma, jeruk, ikan, pepaya, melon, tomat segar, kentang, dan jus buah.  Oleh karena itu sesibuk apapun kita atau konsisten ingin membatasi konsumsi makanan, tetap harus mengutamakan makanan yang mengandung kalium.

Salam sehat,

Dr. Ari Fahrial Syam

Riau Kembali Perpanjang Status Darurat Asap

Add Comment
Pekanbaru (ANTARA News) - Pelaksana Tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman kembali memperpanjang status Darurat Pencemaran Udara akibat kebakaran lahan dan hutan hingga 1 November 2015.

"Perpanjangan status darurat pencemaran udara kembali dilakukan mengingat kualitas udara di Riau hingga saat ini masih belum stabil dan Riau masih mendapatkan kiriman asap dari provinsi tetangga," kata Arsyadjuliandi kepada wartawan di Pekanbaru, Selasa.

Perpanjangan status darurat pencemaran udara tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Riau No. Kpts 1327/X/2015 tanggal 19 Oktober 2015 tentang Perpanjangan Ketiga Penetapan Keadaan Darurat Pencemaran Udara Akibat Kabut Asap di Provinsi Riau.
 
Dia mengatakan keputusan itu dibuat setelah konsultasi dengan pejabat terkait seperti Komandan Satgas Nasional Kol. Infantri Dwi Suharjo, Komandan Korem O31/Wirabima Brigjen TNI Nurendi selaku Komandan Satgas Riau, dan satuan kerja terkait seperti Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Pemerintah provinsi dan pemangku kepentingan terkait, menurut dia, memutuskan memperpanjang status darurat asap karena menurut BMKG kualitas udara belum stabil dan hujan diprakirakan barunturun awal November.

"Upaya penanganan seperti pelayanan kesehatan harus terus ditingkatkan supaya tidak makin banyak warga sakit akibat asap," katanya.

Data Satuan Tugas Darurat Asap Riau menunjukkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menunjukan konsentrasi partikulat PM10 yang terkandung di udara Pekanbaru berada di level "Berbahaya" dan hingga kini kabut asap pekat masih menyelimuti Pekanbaru, dan melumpuhkan aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

Dinas Kesehatan Provinsi Riau menyebutkan jumlah warga yang terkena infeksi saluran pernafasan atas dari tanggal 29 September hingga 18 Oktober sampai 62.531 orang.

"Kita berharap persoalan kabut asap segera selesai dan kami ucapkan terimakasih kepada TNI Polri, seluruh pemangku kebijakan terkait, dan masyarakat yang sampai saat ini telah banyak turun membantu dalam mengatasi Karhutla di Provinsi Riau," ujarnya.

sumber: Antara